anak berani ke dokter gigi?! begini hasilnya (bag_1)

by - April 23, 2019



Minggu lalu, saya ke dokter spesialis anak untuk periksa batuknya mas Zafran. Batuk udah hampir sebulan tapi tak kunjung sembuh. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menyarankan untuk membersihkan gigi mas Zafran. Kata dokter, bisa jadi batuknya karena gigi yang berlubang. Jadi sisa makanan ngumpet disitu trus bikin batuk berulang.

Anyway ini baru pertama kali Zafran ke dokter gigi. Sebelumnya rutin pemeriksaan di sekolah. Tapi ya gitu, cuma dilihat aja, tanpa ada advice khusus. Emang agak syusah nyuruh ini anak buat gosok gigi sebelum tidur. ibunya kadang juga males-malesan hehehe.

Setelah mendapat rujukan dari dsa. Saya pilih dokter gigi di rumah sakit yang sama. Kebetulan, ada dua dokter yang hari itu praktek. Saya pilih drg. J. kok pake inisial?! Gak papa, biar penasaran aja hehehe. Milihnya ngasal, soalnya baru pertama kali itu ke dokter gigi dan drg. J yang available hari itu plus tidak begitu banyak pasien.

Pengalaman pertama ke dokter gigi cukup membuat saya was-was. Takutnya dia rewel atau bahkan tak mau buka mulut sama sekali. Kan beda ya periksa rutin sekolah sama ke dokter. Klo di sekolah sih dia nurut-nurut aja. Soalnya banyak temenya. Jadi, biar gak takut, sebelum masuk, ayahnya cerita, gimana kondisi di dalem ruangan dokter gigi. Mulai dari alat-alatnya, tindakan yang dilakukan, sampai hasil yang akan didapet setelah gigi bersih.

Dan walla… doi nurut banget disuruh ngapain aja sama dokternya. Bangga dan seneng banget donk sebagai ibu yang amazing dan wonderfull gini J. Padahal yang ngomong tadi ayahnya bukan ibunya hahaha.

Setelah melakukan pemeriksaan, begini kata dokter

1. Lubang gigi

ada 4 lubang gigi yang perlu ditambal. Wah banyak bener. Ibuknya ngapain aja gitu. *Sigh… Dua lubang bisa ditambal hari itu juga. sedang dua lainya, butuh observasi lebih lanjut karena lubangnya cukup dalam. Dua lubang yang ditambal tadi juga perlu observasi. Apakah setelah ditambal timbul bengkak atau rasa sakit. Jika tidak, tambal akan dilakukan permanen, seminggu kemudian.

Dokternya baik banget. Gak pelit ngomong. Padahal dokter cowok lo hahaha. Saya punya pengalaman soalnya, dokter spesialis anak cowok biasanya pelit ngomong. Trus waktu masuk ke ruang dokter saya udah takut aja, klo dibilang ‘aduh mulutnya kok kotor begini, jarang sikat gigi ya’. Udah parno aja saya. Tapi bukan itu ya kalimat pertama yang muncul dari dokter J.

“Ooo… ini harus dibersihkan ya kak, biar makanya enak nanti”. leganya saya. nyali saya gak jadi ciut hihihi.

Soalnya pernah dapet pengalaman kurang enak sama dsa. Kalimat pembukanya hampir mirip-miriplah dengan ke-parno-an saya tadi. ‘waduh, makanya kamu dipanggil mamamu gak denger, itu teliganya ada kotoran numpuk’. Jeder!! Gak bisa apa pake diksi lain gitu dok?! Eh kok jadi keterusan curhat. Lanjut tentang gigi ya..

2. Karang gigi

Selain harus ditambal, gigi Zafran juga muncul karang gigi. Ini perlu dibersihkan. Karena selain bikin nafas bau, karang gigi bisa mengambat pertumbuhan gigi. Tapi, pembersihan ini, dilakukan setelah urusan tambal menambal selesai. Begitu kata dokter J yang baik hati.

3. Rampant caries (gigis)

Gigi depan Zafran juga mengalami Rampant Caries atau buibu biasa menyebutnya gigis. Jadi gigi depannya tu grimpil-grimpil trus item-item gitu bu. kata dokter, gigi yang seperti ini dibiarkan saja sampai copot sendiri. Karena masih tergolong gigi susu yang akan berganti dengan gigi permanen seiring tambahnya usia. Tidak boleh dicopot paksa. Kecuali jika ada gigi baru yang ‘mendesak’ gigi yang rusak tadi. Tapi si gigi gigis tadi ngotot gak mau ‘lengser keprabon’ alias gak mau copot sendiri. Kalau ada kasus seperti ini, si rampant caries bisa dicopot paksa.

Mencopot gigi dengan Rampant Caries tanpa ada indikasi di atas, bisa membuat gigi tumbuh tidak sempurna. Seperti posisi gigi yang berantakan. Ini justru akan menimbulkan permasalahan baru. Lagian, gigi gigisnya Zafran ini kan banyak ya bu. ya masak mau dicopotin atu-atu. Ngilu lah bayanginya hehe. Ah…. Seneng banget didongengin gini sama pak dokter yang humble ini.

Rampant Caries ini bisa terjadi saat anak usia 3 sampai 6 tahun. penyebabnya bisa susu formula dalam botol, es krim, permen dan makanan manis lainya. Sisa-sisa makanan dan minuman itu akan mengendap di gigi, menimbulkan suasana asam yang membuat gigi menjadi lunak dan terkikis sedikit demi sedikit.

Nah, setelah 5 hari tambal gigi non permanen ini, gigi dan gusi Zafran baik-baik saja. tidak ada bengkak atau nyeri seperti yang diindikasikan dokter. Ini sinyal bagus untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Oiya, setelah tambal gigi non permanen tadi, dokter menyarankan untuk makan dengan hati-hati di bagian gigi yang ditambal. Gosok gigi juga dilakukan dengan pelan, agar tambalan tidak rusak. Kata dokter, tambalan gigi butuh waktu 4 sampai 5 hari untuk mengeras dengan sempurna.


Monmaap di dalem ruangan dokter gak boleh foto ataupun mendokumentasikan kegiatan ya. Makanya saya poto aja aturanya. Tu, nyempil di pojokan hehehe.

Sebaiknya, pemeriksaan gigi memang dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali. Untuk mencegah kerusakan dini pada gigi. Selain itu, sebaiknya setelah makan atau minum minuman manis, anak dibiasakan untuk berkumur. Agar sisa makanan tidak mengendap di gigi ya bu (ngomong sama diri sendiri hehehe).

Mau tahu siapa dokter baik hati dan tidak sombong tadi?! Tunggu tulisan selanjutnya ya, karena saya belum kontrol lagi untuk nutup lubang gigi secara permanen. Masih sabtu depan. Jadi, critanya bersambung minggu depan ya buibu. Kalau buibu, boleh dong sharing masalah gigi anak. Atau curhat tentang dokter gigi anak. Bebaskeun…..!! J

You May Also Like

1 comments