perlukah gigi susu ditambal? (bag_2)

by - Mei 01, 2019

Hari sabtu kemarin (27/04), mas Zafran (5th) balik lagi ke dokter gigi. Kali ini, buat tambal gigi permanen. Dua gigi geraham bawah sudah ditambal sementara minggu lalu. Hasilnya?! Kondisi gigi dan gusi tidak bengkak ataupun nyeri, meskipun lubangnya cukup dalam. Cerita pertama pergi ke dokter gigi bisa diklik disini.

Ini kali kedua Zafran ke dokter gigi, tapi tetap saja sebelum masuk musti didongengin dulu. Nanti mau diapain dan ngapain aja di dalem. Tapi kali ini dia sudah bisa cerita sendiri.

“Buk nanti kumanya dihilangin lagi ya”
“Iya”
“Nanti aku gak salah lagi kok, airnya tak buang, gak ditelen”
Wkwkwkwkwkw. Minggu lalu soalnya dia telen air kumur. Mungkin agak grogi hahaha.
“Iya, klo giginya bersih nanti mau makan apa aja enak, gak sakit lagi mas”
“Oke buk”

Setelah diperiksa, dokter gigi J yang baik hati langsung melakukan tindakan. Oiya, sukanya lagi nih sama dokter J. beliau gak bohong sama anak-anak. Biasanya kan ya, agak bohong gitu bilang gak sakit padahal sakit. Tapi dokter J selalu menjelaskan dengan gamblang.

“Buka mulutnya ya, ini disemprot dulu, rasanya agak asin” atau “Jangan gerak ya, ini dokter pake jarum, kalau gerak nanti sakit”. Ada lagi, “Ini dokter keluarin dulu ya kotoranya, agak sakit ditahan ya”.

Ah… saya seneng banget bu dengernya. Soalnya dari kecil memang Zafran sudah saya biasakan untuk gak takut dokter. Bukan dengan menakut-nakuti. Tapi dijelaskan sedetail mungkin. Plus hasilnya kalau kita pergi ke dokter. Kalau sakit ya bilang sakit. Seperti waktu mau disuntik. Sebelum Zafran umur 2 tahun, dia sering banget keluar masuk rumah sakit. Maklum, dia terlahir dengan Hipospadia. Tulisan terkait ini bisa dilihat disini. Saya jelaskan kalau disuntik itu memang sakit. Tapi gak lama. Justru biar cepet sembuh. Alhamdulillah sampai sekarang doi gak takut dokter kayak ibunya hahaha.

Wah kepanjangan ya curhatnya. Balik lagi ke tambal gigi. Kali ini dokter menjelaskan, kenapa gigi anak perlu ditambal, padahal masih gigi susu. Gigi ini akan tanggal sendiri dan berganti dengan gigi permanen saat usianya bertambah. Dokter J menjelaskan begini.

  • Menenangkan anak
Pertama kali ke dokter gigi kemarin, keluhan saya adalah gigi anak nyeri kalau buat makan. Kedua, bau mulut. Dan pangkal permasalahan kedua keluhan tadi sama. Gigi berlubang. Kata dokter J, gigi berlubang pada anak perlu ditambal. Meskipun masih gigi susu. Karena bagian pulpa gigi (rongga) mengandung sel-sel syaraf. Jika terbuka dan mendapat tekanan akan terasa nyeri.

Nyeri pada gigi bisa berakibat berkurangnya nafsu makan hingga sulit tidur. Rasa sakit akan terus muncul selama gigi berlubang tidak ditangani. Kata dokter J, gigi susu geraham anak akan tanggal pada usia 10 sampai 12 tahun. Sedangkan gigi seri (gigi depan) copot di usia 6 sampai 7 tahun. Nah, gak mungkin dong nahan nyeri gigi sampai bertahun-tahun gitu. Padahal Zafran masih usia 5 tahun.

  • Menjaga kesehatan anak
Kata dokter J, gigi berlubang bisa mengganggu acara makan anak. Anak akan mengalami kesulitan mengunyah, menurunkan kemampuan bicara anak, nyeri saat mengunyah, bau mulut dan pembengkakan gusi. Ini bisa membuat anak malas makan dan kekurangan asupan nutrisi.

Betul banget ini. mas Zafran klo ngunyah makanan biasanya sebelah kanan aja. Soalnya klo kiri giginya lubang. Padahal keduanya sebenarnya lubang juga. Cuma yang kanan gak terlalu dalam. Tiap kali makan juga sering berhenti dulu buat ilangin makanan yang masuk ke lubang. Super ribet. Apalagi doi jadi milih-milih makan. Kadang makanan daging sering dia tolak gara-garanya susah ngunyah dan selalu nyelip di gigi berlubangnya. 

Dokter J juga menambahkan, pada kasus yang lebih parah, lubang gigi bisa menjadi jalan masuk bakteri penginfeksi dan menyebabkan penyakit lain pada tubuh anak. Bakteri akan masuk ke dalam sirkulasi darah dan beredar ke seluruh tubuh serta masuk dalam organ tubuh lain. Salah satu tanda bahwa anak mengalami infeksi adalah terjadinya demam tinggi. Wah sebelum serem gitu mending klo lubang langsung ditembel ya bu. Ini saja udah cukup terlambat. Karena lubangnya cukup banyak.

Nah, dari kemarin belum tahu ya siapa dokter J?! nantikan episode terakhirnya ya. Solanya, gigi atas belum ditambal. Menurut dokter, kasian anaknya mangap kelamaan klo ditambal semua. Tapi, usut punya usut nih, kayaknya biar gak ngelebihin klaim asuransi sekali visit hihihi. Tapi beruntung banget ketemu dokter J, sabar dan gak irit ngomong. Buibu gigi anaknya bolong juga?! Sharing yuk di kolom komentar J

You May Also Like

0 comments